
Berita Metropolitan – Ketua Dewan Pembina organisasi Posko
Perjuangan Rakyat (Pospera) Adian Napitupulu membantah bahwa Pospera
mendalangi keterangan mantan relawan “Teman Ahok” yang mengaku curang.
Politikus PDI-P itu menyebut Pospera hanya menanyakan keyakinan mantan Teman Ahok
itu yang juga anggota Pospera untuk membeberkan fakta yang mereka
anggap benar. Adian menyangkal bahwa pertanyaan itu diartikan sebagai
sebuah saran.
“Saya bilang, ‘kalian yakin benar? Mau memperjuangkan kebenaran? Ya
perjuangkanlah’. Lalu mereka kumpul duit dan konfrensi pers,” ujar Adian
saat menggelar konfrensi pers di Sekretariat Pospera, Jatinegara,
Jakarta Timur, Sabtu (25/6/2016).
Adian menyebut penjelasan yang disampaikan kelima mantan pengumpul
KTP Ahok itu merupakan keinginan mereka sendiri tanpa dipaksa maupun
dorongan dari Pospera.
Kelima mantan Teman Ahok,
kata Adian, sebelumnya menjelaskan kepada anggota Pospera tentang
keanehan yang mereka alami saat menjadi pengumpul KTP Ahok. Dia kemudian
kembali menegaskan, tidak ada intervensi apapun dari Pospera.
Terkait status salah satu mantan pengumpul KTP Ahok, Paulus Romindo,
yang juga merupakan anggota Pospera, Adian meminta agar jangan
mengaitkan antara keputusan yang diambil mantan Teman Ahok dengan organisasi tersebut.
“Jangan lihat latar belakang organisasi atau suku atau etnis, lihat
apa yang mereka sampaikan benar atau tidak. Lihat nilai pernyataannya.”
“Makanya jangan karena tidak sanggup menjawab pertanyaan maka mereka
melindungi diri dengan bilang si A atau B yang melatarbelakanginya,”
ujar Adian.
Rabu (22/6/2016), lima mantan pengumpul KTP Ahok mengakui bahwa mereka melakukan kecurangan saat pengumpulan KTP.
Dalam pengakuannya, disebutkan ada indikasi kecurangan dalam pengumpulan KTP yang diperoleh Teman Ahok. Namun Teman Ahok langsung merespon keterangan itu dengan membantah semua tudingan.(kompas.com)
Source link
0 Response to "Adian Napitupulu Bantah Dalangi 5 Eks PJ "Teman Ahok" yang Curang"
Posting Komentar