Berita Metropolitan – Politisi Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengaku heran dengan serangan yang dilakukan oleh para pendukung Petahana, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok terhadap Calon Gubernur yang diusung partainya bersama partai Koalisi Cikeas, Agus Harimurti Yudhoyono terkait usianya yang dikatakan masih sangat muda dan belum matang. Pengkritik seperti ini menurut Didik sangat terlihat tidak memahami keindonesiaan.
“Saya heran saja, yang dikritik kok usia Mas Agus yang katanya masih muda. Mereka yang mengkritik ini saya rasa tidak memahami ke Indonesiaan dan belum merasa merdeka,” kata Didik di Jakarta, Minggu (25/9/2016).
Ia mencontohkan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Didik mengatakan saat gerakan Indonesia yang saat itu dipimpin oleh Bung Tomo pun terbukti, bahwa pemuda Indonesia mampu menjadi pemimpin.
“Perjuangan ke Indonesiaan itu dimulai dengan Kebangkitan Nasional yang dipimpin oleh Budi Utomo yang saat itu usianya masih sangat muda. Sumpah pemuda juga menjadi salah satu tonggak sejarah juga dilakukan oleh para pemuda. Lantas dimana salahnya menjadi pemimpin di usia muda?,” sambungnya.
Dia pun mengingatkan sosok dua proklamator RI, Bung Karno dan Bung Hatta yang juga masih sangat muda ketika mereka menjadi bagian dari motor perjuangan Indonesia.
“Jadi jangan mendeskreditkan Mas Agus karena usianya yang muda.Sangat picik kalau cara pandangnya seperti itu. Meski usianya masih sangat muda, Mas Agus memiliki segudang prestasi baik di dinas kemiliteran maupun prestasi akademik non militer di usianya yang baru 38 tahun. Dia didik secara militer untuk menjadi pemimpin,” tegasnya.
Didik justru mengkritik para pendukung Ahok yang mengaku Soekarnois karena sikap Ahok jauh dari sikap Soekarno maupun para pejuang kemerdekaan lainnya. Para pejuang tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar bahkan kepada para penjajah sekalipun terlebih kepada anak bangsa sendiri. Sikap memaki-maki justru ditunjukkan para penjajah kepada para pejuang dan rakyat Indonesia.
“Coba lihat saja bagaimana sosok para pejuang terutama Bung Karno. Pernahkah dia berkata-kata kasar bahkan kepada Belanda sekalipun yang menjadi penjajah? Bandingkan juga sikap Ahok yang kerap marah-marah dan memaki-maki bawahannya, orang kecil atau wong cilik atau orang yang tidak sepaham dengan dirinya? Apakah sikap yang seperti ini yang dicontohkan para pendiri bangsa? Masyarakat bisa menilai sendiri,” tandasnya. [fer]
0 Response to "Mereka Tidak Paham Keindonesiaan dan Merasa Belum Merdeka"
Posting Komentar